Malam Tiga Hari Tausiah,Almarhum H.Samudi Bin.H.Wangsa

Pengajian Tiga Hari Atas Meninggalnya Orang Tua Ismail,H.Samudi Bin.H.Wangsa

BEKASI,MEDIA NEWS INDONESIA-Telah berpulang ke Rahmatullah orang tua dari Ismail.SH,yaitu H.Samudi Bin H.Wangsa,yamg wafat pada hari Sabtu tanggal.05/09/2024 pada pukul.10'00 WIB,dikediamannya yang memang sudah diberikan penyakitnya oleh sang pencipta,akan tetapi sang pencipta berkata lain,akhirnya H.Samudi Bin.H.Wangsa menghembuskan nafasnya yang terakhir,pada malam ketiga atau tiga hari atas wafatnya almarhum diadakanlah pengajian yang disebut niga hari,yaitu untuk mendoakan Almarhum.Senin(07/09/2024)

Acara pengajian niga hari ini dihadiri oleh Habib.Soleh Bin Abdulah Asegaf memberikan tausiaahnya kepara warga dan tamu undangan memaparkan,"Alhamdulillah pada malam hari ini untuk acara niga hari dari Almarhum H.Samudi Bin.H.Wangsa begitu ramai dipadati untuk mendoakan almarhum,pada malam ini juga saya memberikan tausiah terkait kematian,bahwa krmatian tersebut tidak bisa direncankan sama sekali,kapan waktuny ajal untuk menjemput kita dan dimanapun kita berada,artinya kita tidak bisa meprediksi datangnya kematian,kita juga harus sudah mempersiapkan kematian itu,"ucap Habib.Soleh.

"Masih kata Habib.Soleh Bin Abdulah Asegaf,"kita hidup didunia harus hati-hati,dan sembrono sebap ada satu riwayat didalam kitab Al-Imam Zainudin Al-Malabar kejadian ketika Nabi.Isa lewat disatu kampung langkahnya Nabi.Isa terhenti kenapa,ada kuburan penghuninya menangis lalu merintih,Nabi.Isa meminta kepada Allah taala YaAllah bangunkan mayit saya ingin bertanya kepada mayit kenapa beliau menangis dan merintih.

"Saya  bekerja sebagai seorang kuli panggul kayu,saya diperintah oleh seseorang dari satu tempat ketempat yang lain,saya lapar dan saya beli makanan setelah saya makan dan keadaan gelap,gigi saya korek-korek pakai kuku dan kelingking namun tidak juga bisa,akhirnya saya ambil kayu orang tanpa ijin dulu kepemiliknya untuk tusuk gigi,yang membuat saya menangis didalam kubur lantaran saya tidak ijin dulu kepada pemiliknya,walau hanya ukuran tusuk gigi saja,itulah didalam kubur,ini yang menjadi kekhawatiran kita,"ucapnya.
Dalam acara tahlilan tiga hari ini sebelumnya dibacakan surat yasin,untuk mengirim doa kepada Almarhum,dan juga dihadiri para tokoh masyarakat,tokoh agama,dan juga warga sekitar yang ingin mengirim doa untuk almarhum.(Sup).

Postingan populer dari blog ini

Camat Pondokgede Dan Lurah Jatimakmur,Memantau Adanya Rumah Terkena Angin Puting Beliung

Keluhan Warga Wisma Asri Rw.02 Teluk Pucung Meminta Keadilan Kepada Gubenur Jawa Barat Terkait Penggusuran

Hayooo Bergabung Di'RICH'Jatiwaringin,Sekolah Perhotelan dan Kapal Pesiar