Warga Jatiagung RW.10,Mengadakan Sholat Iedul Fitri Bersama,Dengan Makna,Besarnya Nikmat Yang Diberikan Allah.SWT
BEKASI,MEDIA NEWS INDONESIA-Kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani puasa satu bulan lamanya,dwngan menahan rasa lapar dan haus,juga nafsu,akhirnya terbayar lah dengan kemenangan,yaitu datangnya hari raya Iedul Fitri 1446H/2025,warga Perumahan Jatiagung Rw.10 mengadakan sholat Ied berjamaah yang bertempat dilapangan,dengan dipadati oleh warga khususnya warga Rw.10Perumahan Jatiagung,Kelurahan Jatibening Baru,Kecamatan Pondokgede,Kota Bekasi.Senin(31/03/2025).
Sebelum sholat Iedul Fitri dimulai,Ketua.DKM(Dewan Kemakmuran Mesjid)Al-Falah memaparkan hasil dari kegiatan baik menjelang bulan ramadhan hingga akhir bulan ramadhan,sehingga hasil yang sudah didapat dari awal bulan ramadhan hingga akhir ramadhan sangat lah luar biasa sekali,sehingga hasil dari itu semua,bisa didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua.DKM Masjid Al-Fallah Ohan memaparkan dalam sambutannya,"Yerkait Amil,zakat fitrah,infaq shodaqoh serta mal tahun ini yang akan disampaikan,bahwa untuk kegiatan penerimaan serta pengeluaran atau distribusi zakat pada tahun ini adalah sebagai berikut,babwa sudah terkumpul fitrah berupa beras sebesar 246,5 kg kemudian berupa uang untuk fitrah ini adalah Rp.13.15.000(tiga belas juta lima belas ribu rupiah) kemudian dari zakat berkumpul sebesar 33.100.000 kemudian untuk shodaqoh infaq terkumpul sebesar 8 juta 323.000 dari vidya berkumpul Rp.6.060.000 total penerimaan yaitu berupa beras 246,5 kg serta uang Rp.60 juta 588.000 kemudian dari sisi pengeluaran atau distribusi untuk beras sudah distribusikan sebesar itu 246,5 kg,pembelian kantong kresek sebesar Rp.200 ribu rupiah,"
"kemudian untuk penyalur melalui beberapa lembaga atau yayasan serta 10 perorangan sebesar Rp.18.110.000 untuk distribusi yang dilakukan oleh DKM serta Majelis taklim al-falah sebesar Rp.24 juta 273.000 lain-lain 70.250 maka sisi pengeluaran juga sama ini terkumpul dari sekitar 120 kepala keluarga kepala keluarga anggotanya lebih karena satu keluarga bisa ada yang 4,5,8 dan 10 anggota keluarga, mudah-mudahan amal ibadah zakat fitrah sedekah ini senantiasa dibalas oleh Allah subhanahu wa ta'ala dan mendapat balasan yang melipat ganda dari Allah subhanahu wa ta'ala ini tiada lain adalah untuk menyempurnakan ibadah puasa kita pada bulan Ramadhan tahun ini juga untuk membersihkan harta dan jiwa kita,mudah-mudahan semua ibadah kita dikumpul dan diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala,"pungkasnya.
"Terima kasih juga kami sebagai pengurus DKM selama ini banyak bantuan dari bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah memberikan donasinya selama kegiatan Ramadhan,yang menyampaikan bantuannya melalui transfer di Bank BRI yang cukup responsif,mudah-mudahan Allah yang akan membalas dan juga peranan dari kami selama kegiatan Ramadan mengkoordinasi dan mengkomunikasikan dari pelaksanaan takjil,pelaksanaan bansos,dan pelaksananaan lainnya,kami sebagai pengurus DKM ataupun jamaah memberikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya,mudah-mudahan dicatat oleh Allah sebagai amal sholeh Allah yang membalas kebaikan bapak-bapak ibu-ibu semuanya.
Mudah-mudahan Allah selalu memberikan keridoan serta keberkahan kepada kita semuanya apabila dalam pelaksanaan baik itu selama kegiatan Ramadan pelaksanaan salat idul Fitri dan juga ada kekurangan kami mohon maaf atas nama DKM atas nama Majelis Ta'lim dan juga atas nama yayasan al-falah mohon dibukakan pintu Mohon maaf lahir dan batin, kemudian terkait nanti untuk pelaksanaan halal bihalal Insyaallah kita adakan di Masjid Al-falah,yang akan dilaksanakan dua minggu dari hari ini tepatnya tanggal 19 April hari Sabtu 2025,ini saja yang dapat kami sampaikan lebih kurang mohon maaf akhir kalam wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,"ucapanya.
Sementara sholat Iedul Fitri dipimpin oleh Ustadz Bustani Rafsanjani,setelah selesai sholat Iedul Fitri selesai langsung memberikan tausiyahnya bahwa,"Besarnya nikmat yang telah Allah berikan kepada kita semua dari berbagai macam nikmat yang telah Allah berikan kepada kita ada satu nikmat yang patut kita syukuri untuk hari ini yaitu adalah nikmat iman dan nikmat hidayah, adalah karena dengan iman dan hidayah dari Allah subhanahu wa ta'ala kita semua mampu menuntaskan menyelesaikan puasa Ramadhan selama 30 hari full di bulan Ramadhan kemarin,dengan iman dan takwa tentunya dengan izin Allah bahkan dari miliaran umat manusia di muka bumi ini yang bernafas pada saat ini,bahwa kita termasuk yang Allah izinkan dengan hidayahnya untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan kemarin,"tuturnya.
"Masih kata Busyani,"Ini merupakan nikmat yang harus kita syukuri di momen berbahagia pada pagi hari ini,Ramadhan kemarin adalah bulan yang bukan sekedar bulan yang penuh ibadah atau hanya sebatas rutinitas tahunan saja,namun bulan Ramadhan kemarin merupakan bulan pendidikan bagi kita untuk mendirikan jiwa dan hati kita di mana nikmat ramadhan kita diajarkan tentang bersabar di mana selama bulan Ramadan kita diajarkan tentang disiplin dari mulai bangun sahur dari mulai kita berbuka puasa,shalat tarawih dan ternyata kita mampu melaksanakan itu semua selama di bulan Ramadhan dan ini luar biasa sekali.
"Kemudian dalam bulan suci Ramadhan kemarin kita diajarkan oleh Allah untuk memiliki rasa empati terhadap sesama manusia,semoga Allah subhanahu wa ta'ala menerima amal ibadah kita Semoga Allah subhanahu wa taala,dan juga mengampuni dosa-dosa kita dengan keberkahan bulan Ramadan ini dan juga amal-amal kebaikan yang kemarin kita telah lakukan,semoga Allah meridoi semua itu dan untuk bulan-bulan mendatang,kita memohon semua agar Allah berkahi hidup kita untuk Bapak dan Ibu sekalian,hari ini adalah hari kemenangan,namun kemenangan ini adalah bukan kemenangan daripada kita terlepas dari menahan hawa nafsu,lapar dan haus namun kemenangan hari ini adalah kemenangan yang terjadi adalah kita berhasil mengendalikan hawa nafsu kita dan meningkatkan kualitas ibadah kita setelah sebulan penuh melalui diri dengan ibadah dan kesabaran.
"Kini tiba saatnya kita kembali kepada fitrah yaitu dalam keadaan suci sebagaimana bayi yang baru dilahirkan, namun kemenangan ini tidak boleh berhenti pada perayaan semata idul Fitri yang menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri menjaga semangat ibadah dan menumbuhkan kesadaran sosial yang lebih tinggi dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana yang telah kita lakukan berpuasa selama 30 hari kemarin,Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar walillah Ilham,di hari yang penuh berkah ini rasa syukur kita harus diwujudkan dalam bentuk nyata bukan hanya sebatas ucapan kalimat takbir dan takbir saja namun bentuk rasa syukur tersebut harus kita wujudkan dalam bentuk nyata terutama dalam meningkatkan hubungan kita antara sesama manusia Ramadhan telah mengajarkan kita untuk peduli terhadap sesama menahan amarah dan membangun kasih sayang terhadap sesama.
"Oleh karena itu momen idul Fitri ini adalah momentum terbaik untuk mempererat kembali tali silturohim,kita akan memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang serta menghidupkan kembali rasa persaudaraan di antara kita,Islam sangat menekankan pentingnya Allah islamiyah karena persatuan dan kebersamaan adalah kekuatan besar dalam kehidupan bermasyarakat allahu akbar allahu akbar allahu akbar,fitur silaturahmi yang kuat merupakan bagian dari refleksi ibadah yang telah kita jalani selama Ramadhan seperti halnya kita telah memperkuat hubungan dengan Allah subhanahu wa ta'ala melalui salat,berpuasa dan zikir,ini saatnya kita harus juga memperkuat hubungan dengan sesama manusia hubungan silaturahmi yang baik dengan keluarga tetangga dan sahabat.
"Kita jaga dan harus kita rawat dengan penuh keikhlasan memberikan Maaf menyambut tali persaudaraan, menyebutkan barangsiapa yang hendak diperluaskan rezekinya dan barang siapa yang hendak diberkahi umurnya maka hendaklah dia bersilaturahim karena pentingnya silaturahim, bahwa tidak sebatas hanya tradisi saja kita mengunjungi rumah saudara kita orang tua kita ternyata ini bukan hanya sebatas tradisi bahkan Nabi shallallahu alaihi wasallam menyebutkan,banyak kebaikan yang terdapat di silaturahmi ini,namun terdapat diantara kita yang menodai poin-poin penting tersebut dalam praktek silaturahim ditemukan dari kalangan umat Islam bahkan tidak menjaga perasaan daripada kerabat satu sama lain dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya personal dan negatif tanpa dipikir terlebih dahulu misalnya pertanyaan untuk yang sudah berkeluarga misalnya bagaimana kapan sudah punya anak hal ini sangat melukai perasaan orang tersebut.
"Khotib mengajak diri pribadi dan untuk jamaah sekalian dalam momentum idul Fitri ini dalam silaturahmi ini marilah sama-sama kita jaga momen silaturahmi ini dengan tidak menodai hal tersebut dengan hal-hal yang sia-sia nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda,barang siapa yang beriman dengan Allah dan hari akhir maka hendaklah dia diam atau Dia berkata yang baik,Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar walillah Ilham dalam menjaga lisan hendaknya kita memperhatikan dan menyaring setiap kata yang hendak diucapkan kepada orang lain dengan cara menimbang-nimbang terlebih dahulu.
"Terlebih lagi apa yang kita ucapkan apakah itu baik apakah terdapat manfaat atau hanya sia-sia belaka atau bisa jadi itu hanya menyakiti perasaan orang yang kita pertanyakan tersebut,maka ada seorang ulama menyebutkan dalam ungkapan atau ucapan tersebut terdapat empat jenis jenis yang pertama adalah ucapan yang murni,di dalamnya terdapat keburukan maka para ulama menganjurkan kita untuk menjauhinya kemudian jenis ucapan,yang kedua adalah ucapan yang murni di dalamnya penuh dengan manfaat maka para ulama menganjurkan untuk melakukan ucapan yang baik,yang ketiga disebutkan bahwa ada ucapan yang bercampur antara manfaat dan keburukan malah justru lebih banyak keburukannya maka hal tersebut jika bermanfaat jika bercampur antara kebaikan dan keburukan,maka para ulama menganjurkan kita untuk meninggalkan ucapan tersebut terlebih dalam momen silaturahmi.
"Kemudian yang keempat tidak ada manfaat sama sekali dalam perkataan dan ucapannya maka untuk meninggalkan ucapan tersebut atau yang kita sebut dengan ucapan yang spesial,dari beberapa penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan tentang pentingnya menjaga lisan saat bertemu keluarga kita di momen silaturahmi,semoga kita menjadi bagian umat Islam yang tidak hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja saat bulan Ramadhan,melainkan juga mendapat pelajaran dan pelatihan berharga dengan menjaga lisan dari berkata buruk yang dapat menyakiti perasaan orang lain,Minal aidin wal faizin Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar walillahilham,"pungkasnya.(Sup).