Konten Dedi Mulyadi,Membuat Masyarakat Terhipnotis,Bisa Mengeruk Keuntungan Dari Tangisan Masyarakat Ke Akun Medsos Pribadinya


BEKASI,MEDIA NEWS INDONESIA-Bapak Gubernur Jawa Barat yang terkenal sangat merakyat serta rajin tampil dalam kegiatan sosial menyentuh paling dasar persoalan Masyarakat Jawa Barat.

Dalam kapasitas sebagai rakyat yang lahir di Jawa Barat tentu KDM sang gubernur panggilan akrabnya memiliki karakter yang kuat mensosialisasikan warna tradisi Jawa Barat dengan nama umumnya Masyarakat Sunda.

Maka seorang figur Jawa Barat bisa menjadi contoh untuk masayarakatnya pada sisi positivnya dan tinggalkan sisi negativnya. Karena tidak semua orang cerdas mengingat sejarah.Jum'at(04/07/2025).

Gubernur Konten Dedi Mulyadi, dengan visi dan misinya yang kuat, telah memberikan solusi unik untuk mengatasi berbagai permasalahan di masyarakat. Tindakan-tindakannya yang tegas dan berwibawa membuat banyak masyarakat berlomba-lomba untuk bertemu dengannya.

Tapi sangat disesalkan, Dalam Statement nya Gubernur Konten beberapa kali yang sudah mencederai insan pers di tanah air.

Peranan Insan Pers Nasional yang telah ikut andil berjuang membawa nama Jawa Barat atau Nama Sunda ke seluruh pelosok penjuru dunia sudah tidak di sangsikan lagi. Masyarakat Sunda tokoh Pers yang telah mengabdikan diri dalam tiga zaman berbeda, H. Ahmad Saelan, adalah suatu kehormatan dan pengalaman yang mengesankan.

Ada

juga Sutisna Senjaya yang terkenal dengan tulisannya yang berbahasa sunda.
Tercatat dalam sejarah Tahun 1920 terbit koran berbahasa Sunda, Sora Merdika yang dinakhodai H. Sanus dari Manonjaya. Lalu terbit surat kabar Sipatahoenan (1923). Kedua surat kabar tersebut sangat keras mengkritisi kolonial Belanda

Terkesan Gubernur Konten Dedi Mulyadi (KDM) tidak berkaca diri dengan jejak rekam sejarah para tokoh Pers dari tanah Sunda sudah ada dan mengakar di Jawa Barat mengukir sejarah dalam perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia.

Maka peranan Media di Jawa Barat sangatlah kental untuk pembangunan serta mencatat semua lika liku perjalanan Jawa Barat.

Bila ada seseorang yang menyampaikan tidak perlu lagi dengan peranan Media Pers Nasional bisa di duga orang tersebut tidak paham sejarah Media Pers Nasional yang sudah ada dari sebelum INDONESIA ini ada.

Dalam kesempatan ini Tommy Pemred Warta Sidik menyampaikan kepada rekan rekan media bahwa tidak ada salahnya suasana yang dingin di hangatkan oleh karya tulis Insan Pers. “Para Insan Pers Jawa Barat khususnya di Bekasi dengan ragam narasinya bisa menyampaikan aspirasi kekecewaan tersebut karena seakan akan telah di bangun jurang pemisah antara Pemerintahan Jawa Barat dengan Insan Pers Jawa Barat. Maka hal tersebut harus di sikapi dengan santai santai saja oleh Insan Pers.

Gubernur Konten Dedi Mulyadi dikenal sebagai sosok yang tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak. Salah satu cara yang ia lakukan adalah dengan memberikan solusi ujung ujungnya.

Ini berarti bahwa setiap kebijakan atau program yang dijalankannya memiliki tujuan yang jelas dan langsung menguntungkan masyarakat. Hal ini membuat masyarakat terhipnotis dengan cara kerjanya.

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah pemberian bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Gubernur Konten tidak hanya sekadar memberikan uang, tetapi juga memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.

Ini akhirnya membuat masyarakat berlomba lomba datang untuk menemui gubernur Konten, Bergaya bak Tuan Takur setiap rupiah yang dikeluarkan dari kantong pribadinya.

Lanjut Tommy, Bagi Insan Pers yang menjalankan Tugas Jurnalistik atau Wartawan yang sekiranya sudah masuk unsur 5W 1H narasi karya tulisan untuk kepentingan nasional semanis gula aren mungkin bisa ditambahkan cabai rawit garam kecap agar bisa menjadi makanan segar bervitamin tinggi seperti rujak khas tradisional yang memadukan buah buahan bermutu menjadi makanan sehat.

Tommy Pemred Warta menyampaikan disela kesibukannya:
Jurnalis Wartawan Ber profesional serta berpengalaman luas sangat dibutuhkan narasi pedasnya untuk Pemerintahan di Jawa Barat. Mungkin yang pada ngantuk akan segar (Benta Cenghar Panonna mun Ngarujak Buah Manis Asin Pedas)

Tidak lagi membutuhkan media Pers Nasional itu adalah hak kepala daerah mana saja.

Selain itu, Gubernur Konten juga aktif mengadakan pertemuan dengan masyarakat untuk mendengarkan langsung aspirasi mereka. Ini yang menjadi polemik para kepala desa serta Rt/Rw setempat.

Ini adalah langkah yang sangat bijaksana karena dengan mendengar langsung dari sumbernya dan bisa membuat konten dari kebijakan yang dibuat mengeruk pundi pundi di platform sosial media.

Tidak jarang, dalam pertemuan tersebut, Gubernur Konten memberikan solusi langsung di tempat, seperti kita lihat unggahan di sosial media yang terkesan masyarakat merasa dihargai dan didengar. Padahal Gubernur Konten mengeruk uang sebanyak banyaknya dari masyarakat yang terhipnotis.

Namun, apa yang membuat Gubernur Konten Dedi Mulyadi berbeda dari pemimpin lainnya adalah cara pandangnya yang optimis bisa mengeruk simpati dan penuh harapan.

Ia percaya bahwa perubahan bisa terjadi jika kita bersama-sama berusaha untuk itu. Oleh karena itu, ia selalu mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap program yang dijalankan.

Gubernur Konten Dedi Mulyadi telah menghipnotis masyarakat Jawa Barat bahkan sampai ke beberapa kepala daerah lain cemburu dengan pendekatan yang inovatif dan penuh dedikasi dan ujung ujungnya memberikan uang.

Setiap permasalahan yang ada tidak segan segan Gubernur Konten KDM mengerahkan tim Kontennya untuk mengabadikan ke beberapa sosial media agar bisa mendulang keuntungan.

Solusi ujung ujungnya yang ia berikan tidak hanya sekadar sekutu, tetapi juga membuat pagar insan pers dengan masyarakat serta para pejabat pemerintah berlomba lomba berkonten agar bisa ikut mendulang rupiah.

Dengan gaya kepemimpinan yang tegas namun tetap menggembirakan serta di penghujung ada deraian air mata, Gubernur Konten Dedi Mulyadi benar-benar bisa membuat masyarakat terbius agar bisa mengeruk keuntungan dari akun platform sosial media.

Sebagai pejuang pena juga tidak perlu menuliskan kinerja para kepala daerah siapa saja yang bagusnya saja. Silahkan perhatikan kinerja kepala daerah yang tidak bagusnya karena memang harus di publikasikan.

Narasi berita akan membantu para kepala daerah agar sehat dan cerdas karena peranan Jurnalis Wartawan yang handal menyampaikan apaadanya berita yang berkualitas serta menjadi alur edukasi untuk umum.

Buat saya Jurnalis Wartawan yang telah ada tuntunan Tupoksinya serta UU Pers No 40 Thn 1999 adalah harga mati.(Sup).

Postingan populer dari blog ini

Camat Pondokgede Dan Lurah Jatimakmur,Memantau Adanya Rumah Terkena Angin Puting Beliung

Keluhan Warga Wisma Asri Rw.02 Teluk Pucung Meminta Keadilan Kepada Gubenur Jawa Barat Terkait Penggusuran

Hayooo Bergabung Di'RICH'Jatiwaringin,Sekolah Perhotelan dan Kapal Pesiar