Kecam Keras RS.Karunia Kasih,Ketua Jajaka Pondok Melati Sebut Penolakan Wartawan Yusuf Bahtiar"Kejam",Muncul Dugaan Lobi Ngopi Bareng
Ketua.Ormas Jajaka Pondok Melati,Subur Hermawan
BEKASI,MEDIA NEWS INDONESIAPolemik serius mencuat ke ruang publik. Ketua Ormas Jajaka Pondok Melati, Subur Hermawan, melontarkan kecaman keras dan terbuka terhadap RS Karunia Kasih yang dinilainya kejam setelah menolak anggotanya, Yusup Bahtiar, yang juga dikenal sebagai wartawan.
Dalam pernyataannya kepada media, Subur Hermawan menegaskan bahwa penolakan tersebut terjadi saat korban membutuhkan pertolongan medis, sehingga menurutnya telah mencederai nilai kemanusiaan dan etika pelayanan kesehatan.Senin(15/12/2025).
“Ini bukan sekadar ditolak berobat. Ini penolakan terhadap kemanusiaan. Anggota saya datang untuk diselamatkan, bukan dipinggirkan. Ini perbuatan kejam,” tegas Subur Hermawan.
Menurut Subur Hermawan, tindakan RS Karunia Kasih tersebut melampaui batas etika rumah sakit dan berpotensi melanggar hak dasar warga negara atas keselamatan jiwa.
Isu ini semakin menguat setelah beredar informasi dugaan lobi ‘ngopi bareng’, yang disebut-sebut dilakukan oleh oknum yang mengaku bagian dari manajemen RS Karunia Kasih dengan mengutus seseorang, menyusul mencuatnya kasus penolakan tersebut ke publik.
“Kalau benar ada utusan yang datang mengajak ngopi bareng, ini patut dipertanyakan. Pasien ditolak, lalu masalah coba diredam lewat lobi informal. Ini bukan penyelesaian, ini mencurigakan,” ujarnya tajam.
Subur Hermawan menilai dugaan langkah tersebut justru memperparah krisis kepercayaan publik, serta menunjukkan sikap anti-transparansi dan anti-kritik, khususnya terhadap peran pers.
Di tengah kecaman keras itu, Subur Hermawan secara pribadi menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polsek Pondok Gede yang dinilainya sigap, peduli, dan hadir membantu saat anggotanya berada dalam kondisi kritis.
> “Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polsek Pondok Gede yang peduli terhadap anggota saya. Kepedulian mereka menunjukkan negara hadir,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh manajemen dan tenaga medis RSUD Pondok Gede, yang disebutnya telah bertindak cepat, profesional, dan penuh empati, hingga berhasil menyelamatkan nyawa Yusup Bahtiar.
“RSUD Pondok Gede bekerja dengan hati dan tanggung jawab. Mereka menyelamatkan nyawa anggota saya. Ini contoh rumah sakit yang sesungguhnya,” tegas Subur Hermawan.
Subur Hermawan menegaskan Ormas Jajaka Pondok Melati akan mengawal kasus ini hingga tuntas, serta mendorong Dinas Kesehatan dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap RS Karunia Kasih agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Karunia Kasih belum memberikan keterangan resmi terkait penolakan terhadap Yusup Bahtiar maupun dugaan lobi dengan mengutus seseorang. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab sesuai Undang-Undang Pers dan prinsip keberimbangan.(Sup).