Akibat Hujan Yang Cukup Lama,TPST Bantar gebang Longsor,Truk Tertimbun Diduga Ada Korban
BEKASI,MEDIA NEWS INDONESIA-Pembuangan sampah Bantargebang yang sudah terlihat menjadi pegunungan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu(TPST)Zona IV longsor,kejadian tersebut akan menjadi renungan kita semua khususnyawarga Kota Bekasi yang mengakibatkan longsornya gunung sampah tersebut.
Dalam kejadian longsornya sampah tersebut banyaknya kendaraan khusus pengankut sampah yang akan membuang sampah ditempat itu,ada beberapa unit armada pengangkut samapta tersebut tertimbun.
Warga sekitar yang enggan disebutkan namanya menjelaskan,"kejadian longsornya timbunan sampah ini terjadi sekitar kurang lebih pada pukul.9 pagi,terdengar gemuruh seperti bebatuan yang turun dari gunung,Sayapun terkejut mendengar suara gemuruh yang sangat keras sekali,"jelasnya.
"Saya dan para tetangga akhirnya keluar rumah ingin mengetahui dari mana asal suara gemuruh tersebut,dan kamipun terkejut,setelah melihat Beko sudah keadaan terguling,mudah-mudahan tidak adanya korban,karena mobil-mobil yang akan membuang sampah tidak terlihat lagi,karena sudah tertimbun dengan sampah,"tuturnya.
Diketahui juga bahwa Tempat Pengolahan Sampah Terpadu(TPST)Zona IV bukan kali ini ajah kejadian longsor tersebut,pada 31 Desember 2025 pun pernah terjadi hal yang sama,hal ini dipastikan akan terjadi lagi,dan ternyata benar,dibulan Maret.10 tahun 2026 musibah ini terjadi lagi.
TPST Bantargebang berada di wilayah Kota Bekasi,selama bertahun-tahun dijadikan tempa pembuangan dan pelimpahan oleh Pemda DKI.Jakarta.Lokasi yang luasnya kurang lebih 104,7 Hektar beroperasi sejak tahun 1989 dan menjadi TPST terbesar di Indonesia,dan dengan adanya pemulung warga sekitar dan para pendatang,pemulung yang ada di Bantargebang ini kurang lebih ada 8000 pemulung,yang memang menggantungkan hidupnya mencari nafkah sebagai pemulung.(Sup).