Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Baittusurrur Ciptakan Generasi Qurani


GARUT,MEDIA NEWS INDONESIA-Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baittusurrur sangat dinantikan oleh masyarakat khususnya di RT.001/RW.006 Desa Wanaraja,Kecamatan Wanaraja,Kabupaten Garut,ironisnya bahwa peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baittussurrur memang pembangunannya untuk warga sekitar.Kamis(30/06/2026).

Bagi Ust. H. Muhammad Mansur Alfatih, A.Md.T., S.Pd.I,Kesuksesan bukan hanya diukur dari pencapaian dalam dunia profesional, tetapi juga dari sejauh mana ilmu, tenaga, dan rezeki dapat memberikan manfaat bagi umat.

Berkarier sebagai seorang Engineer Telekomunikasi Profesional dengan pengalaman dalam pengembangan dan opti
malisasi jaringan telekomunikasi di berbagai proyek nasional maupun internasional,beliau tetap menjadikan dakwah dan pendidikan Islam sebagai panggilan hidup.

Berangkat dari kepedulian terhadap pendidikan agama di lingkungan masyarakat, beliau merintis dengan di awali pembukaan Majlis ta’lim dan Dzikir Sholawat Darussurur Alfatih pada tahun 2022 sebagai pusat syiar Islam, pembinaan akhlak, dzikir, dan sholawat kepada Nabi Muhammad.SAW,dari majelis inilah tumbuh semangat ukhuwah, persaudaraan, dan kecintaan kepada Allah SWT serta Rasul-Nya.

Sebagai wujud nyata pengabdian, beliau juga mendirikan Madrasah Darussurur Alfatih Garut di Kampung Cimalaka,RT001/RW006 Desa Wanaraja,Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut. Madrasah ini menjadi tempat anak-anak mempelajari Al-Qur'an, aqidah, ibadah, akhlak, dan ilmu-ilmu dasar Islam sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.

Beliau meyakini bahwa pembangunan manusia melalui pendidikan dan dakwah merupakan investasi terbaik bagi masa depan umat. Teknologi dapat menghubungkan manusia dengan manusia, namun ilmu agama menghubungkan manusia dengan Rabb-nya.
Dengan semangat dan ikhlas, istiqamah, dan pengabdian beliau terus berupaya menjadikan Majlis Sholawat dan Madrasah Diniyah sebagai pusat lahirnya generasi yang beriman, berilmu, berakhlakul karimah, serta mencintai agama, bangsa, dan tanah air.

Semoga setiap langkah perjuangan ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, menjadi cahaya bagi masyarakat Kampung Cimalaka, dan memberikan manfaat bagi umat hingga generasi-generasi yang akan datang.

Kami mempunyai Visi dan Moto,yaitu:

Misi:Mewujudkan masyarakat yang beriman, berilmu, berakhlakul karimah, dan berdaya melalui dakwah, pendidikan Islam, serta pengabdian kepada masyarakat.

Moto:kami adalah Membangun Jaringan untuk Dunia, Membangun Generasi untuk Akhirat.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Baitussurur merupakan salah satu momentum paling bersejarah bagi masyarakat Kampung Cimalaka, Desa Wanaraja. Kegiatan ini menjadi awal dari perjuangan panjang untuk menghadirkan rumah Allah yang diharapkan menjadi pusat ibadah, pendidikan Islam, dakwah, dan pembinaan masyarakat.

Acara tersebut dihadiri oleh para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur Pemerintah Kecamatan Wanaraja, aparat TNI melalui Koramil Wanaraja, para pimpinan lembaga pendidikan Islam, para guru ngaji, para santri, serta masyarakat yang datang dengan penuh semangat untuk memberikan dukungan terhadap pembangunan Masjid Baitussurur.

Panitia juga telah menyampaikan undangan kepada berbagai pihak, termasuk kepada pemerintah desa sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Namun, pada hari pelaksanaan, pemerintah desa tidak hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketidakhadiran tersebut menjadi perhatian dan menimbulkan kekecewaan di tengah sebagian masyarakat. Bukan semata karena persoalan kehadiran dalam sebuah acara seremonial, melainkan karena pembangunan Masjid Baitussurur dipandang sebagai kepentingan bersama yang diharapkan memperoleh dukungan moral dari seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.

Masjid bukan hanya tempat pelaksanaan ibadah salat, tetapi juga pusat pendidikan Al-Qur'an, pembinaan akhlak generasi muda, penguatan persaudaraan, penyelesaian persoalan sosial, dan pembentukan karakter masyarakat. Oleh sebab itu, kehadiran pemerintah dalam momentum seperti ini memiliki makna simbolis yang menunjukkan kebersamaan dan kepedulian terhadap pembangunan masyarakat.

Meskipun demikian, ketidak hadiran tersebut tidak mengurangi semangat masyarakat. Dengan izin Allah SWT, pembangunan tetap dimulai. Para ulama memimpin doa, masyarakat bergotong royong, para dermawan memberikan dukungan, dan seluruh jamaah menunjukkan bahwa kebersamaan dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun rumah Allah.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pembangunan masyarakat yang ideal memerlukan sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat. Kami berharap pada setiap kegiatan keagamaan dan sosial di masa mendatang, seluruh unsur pemerintahan dapat hadir, berdialog, dan bekerja sama demi kemajuan Kampung Cimalaka.

Catatan ini ditulis bukan untuk menyalahkan atau memperkeruh hubungan, melainkan sebagai bagian dari dokumentasi sejarah dan bahan evaluasi bersama. Harapannya, setiap pihak dapat mengambil pelajaran sehingga semangat persatuan, gotong royong, dan pelayanan kepada masyarakat semakin kuat pada masa yang akan datang.

Semoga Allah SWT mempersatukan hati seluruh elemen masyarakat, memberikan petunjuk kepada kita semua untuk saling mendukung dalam setiap kebaikan, dan menjadikan Masjid Baitussurur sebagai simbol persatuan, keberkahan, dan kemajuan umat di Kampung Cimalaka.

Harapan untuk Masa Depan Pendidikan Islam di Kampung Cimalaka yang utama adalah
Pendidikan yang merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah. Oleh karena itu, keberadaan guru ngaji, Madrasah Diniyah, PAUD, dan TK memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi sejak usia dini.

Selama ini, kegiatan pendidikan Al-Qur'an di Kampung Cimalaka dapat terus berjalan berkat keikhlasan para guru ngaji yang mengabdikan waktu, tenaga, dan ilmunya kepada masyarakat. Mereka mendidik anak-anak untuk mengenal huruf hijaiyah, membaca Al-Qur'an, memahami dasar-dasar agama Islam, serta menanamkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. 

Namun hingga saat ini, para guru ngaji masih menjalankan pengabdiannya dengan berbagai keterbatasan. Kami berharap adanya perhatian yang lebih besar dari pemerintah, Kementerian Agama, pemerintah daerah, Pemerintah Desa, serta berbagai lembaga yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan keagamaan agar kesejahteraan guru ngaji dapat terus ditingkatkan. 

Bantuan insentif, pelatihan, penyediaan sarana pembelajaran, maupun program pemberdayaan akan menjadi bentuk penghargaan atas jasa mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan agama. Selain itu, kami juga berharap adanya dukungan dalam proses perizinan operasional TPA/TPQ/TK/ yang berada di bawah naungan lembaga kami.

Legalitas operasional merupakan langkah penting agar lembaga pendidikan dapat berkembang secara tertib, memenuhi ketentuan yang berlaku, serta memberikan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas kepada masyarakat. Dengan adanya izin operasional, diharapkan PAUD dan TK dapat mengembangkan kurikulum, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, memperluas akses terhadap program pembinaan pemerintah.

Serta membuka peluang untuk memperoleh berbagai bentuk dukungan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kami percaya bahwa investasi terbaik adalah investasi pada pendidikan. Setiap bantuan yang diberikan kepada guru ngaji, setiap kemudahan dalam proses perizinan, dan setiap dukungan terhadap lembaga pendidikan akan memberikan manfaat yang luas bagi lahirnya generasi yang cerdas, beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. 

Melalui semangat kebersamaan antara masyarakat, ulama, pemerintah, dan para dermawan, kami berharap Majlis Dzikir & Sholawat Darussurur Alfatih, Madrasah Diniyah ,Paud & TK dapat terus berkembang menjadi pusat pendidikan yang melahirkan generasi penerus yang mencintai ilmu, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Garut, bangsa Indonesia, dan umat. 

Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah perjuangan ini, memberkahi seluruh guru, para orang tua, para dermawan, serta semua pihak yang turut berkontribusi dalam memajukan pendidikan. Semoga setiap usaha yang dilakukan menjadi amal saleh yang terus mengalir pahalanya dan menjadi bekal kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Aamiin.

Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak hanya diukur dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dari kokohnya akhlak, keimanan, dan karakter generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan keagamaan sejak usia dini merupakan investasi yang sangat penting bagi masa depan masyarakat, bangsa, dan negara. 

Melalui Majlis Dzikir dan Sholawat Darussurur Alfatih, kami berupaya menghadirkan ruang pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman, akhlakul karimah, cinta kepada Al-Qur'an, kecintaan kepada Rasulullah SAW,

Semangat kebangsaan dan kepedulian sosial. Perjalanan ini tentu tidak mudah. Selama bertahun-tahun, kegiatan pendidikan dan dakwah dilaksanakan dengan semangat pengabdian, swadaya masyarakat, infak, sedekah, wakaf, dan pengorbanan para pengurus serta guru. 

Di tengah berbagai keterbatasan, semangat untuk mendidik generasi tidak pernah padam. Kami berharap adanya perhatian dan dukungan yang lebih besar dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Garut, Kementerian Agama, Kementerian 

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah. Oleh karena itu, keberadaan guru ngaji, Madrasah Diniyah, PAUD, dan TK memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi sejak usia dini. 

Selama ini, kegiatan pendidikan Al-Qur'an di Kampung Cimalaka dapat terus berjalan berkat keikhlasan para guru ngaji yang mengabdikan waktu, tenaga, dan ilmunya kepada masyarakat. Mereka mendidik anak-anak untuk mengenal huruf hijaiyah, membaca Al-Qur'an, memahami dasar-dasar agama Islam, serta menanamkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Namun hingga saat ini, para guru ngaji masih menjalankan pengabdiannya dengan berbagai keterbatasan. Kami berharap adanya perhatian yang lebih besar dari pemerintah, Kementerian Agama, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta berbagai lembaga yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan keagamaan agar kesejahteraan guru ngaji dapat terus ditingkatkan. 

Bantuan insentif, pelatihan, penyediaan sarana pembelajaran, maupun program pemberdayaan akan menjadi bentuk penghargaan atas jasa mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan agama. Selain itu, kami juga berharap adanya dukungan dalam proses perizinan operasional TPA/TPQ/TK/ yang berada di bawah naungan lembaga kami. 

Legalitas operasional merupakan langkah penting agar lembaga pendidikan dapat berkembang secara tertib, memenuhi ketentuan yang berlaku, serta memberikan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas kepada masyarakat. Dengan adanya izin operasional, diharapkan PAUD dan TK dapat mengembangkan kurikulum, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, memperluas akses terhadap program pembinaan pemerintah, serta membuka peluang untuk memperoleh berbagai bentuk dukungan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kami percaya bahwa investasi terbaik adalah investasi pada pendidikan. Setiap bantuan yang diberikan kepada guru ngaji, setiap kemudahan dalam proses perizinan, dan setiap dukungan terhadap lembaga pendidikan akan memberikan manfaat yang luas bagi lahirnya generasi yang cerdas, beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Melalui semangat kebersamaan antara masyarakat, ulama, pemerintah, dan para dermawan, kami berharap Majlis Dzikir & Sholawat Darussurur Alfatih, Madrasah Diniyah ,Paud & TK dapat terus berkembang menjadi pusat pendidikan yang melahirkan generasi penerus yang mencintai ilmu, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Garut, bangsa Indonesia, dan umat. 

Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah perjuangan ini, memberkahi seluruh guru, para orang tua, para dermawan, serta semua pihak yang turut berkontribusi dalam memajukan pendidikan. Semoga setiap usaha yang dilakukan menjadi amal saleh yang terus mengalir pahalanya dan menjadi bekal kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Aamiin.

Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak hanya diukur dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dari kokohnya akhlak, keimanan, dan karakter generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan keagamaan sejak usia dini merupakan investasi yang sangat penting bagi masa depan masyarakat, bangsa, dan negara. Melalui Majlis Dzikir dan Sholawat Darussurur Alfatih, kami berupaya menghadirkan ruang pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman, akhlakul karimah, cinta kepada Al-Qur'an, kecintaan kepada Rasulullah SAW,

Semangat kebangsaan dan kepedulian sosial. Perjalanan ini tentu tidak mudah. Selama bertahun-tahun, kegiatan pendidikan dan dakwah dilaksanakan dengan semangat pengabdian, swadaya masyarakat, infak, sedekah, wakaf, dan pengorbanan para pengurus serta guru. Di tengah berbagai keterbatasan, semangat untuk mendidik generasi tidak pernah padam. 

Kami berharap adanya perhatian dan dukungan yang lebih besar dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Garut, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,

Pemerintah Kecamatan Wanaraja, Pemerintah Desa, serta para pemangku kepentingan lainnya terhadap pengembangan lembaga pendidikan dan dakwah di Kampung Cimalaka. Salah satu harapan kami adalah adanya dukungan bagi kesejahteraan guru ngaji yang selama ini dengan penuh keikhlasan mengabdikan diri mendidik anak-anak. 

Pemberian insentf, pelathan, peningkatan kompetensi, maupun program pemberdayaan akan menjadi bentuk penghargaan yang sangat berarti atas jasa mereka dalam menjaga keberlangsungan pendidikan Al-Qur'an di tengah masyarakat. Kami juga berharap adanya dukungan dan pendampingan dalam proses perizinan operasional PAUD dan TK, sehingga lembaga pendidikan yang kami rintis dapat berkembang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, memperoleh pembinaan yang berkelanjutan, dan memberikan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi masyarakat. 

Di samping itu, kami sangat mengharapkan dukungan pemerintah dalam pembangunan Madrasah Diniyah dan Masjid Baitussurur. Sarana pendidikan dan tempat ibadah yang memadai akan memberikan lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak serta menjadi pusat pembinaan keagamaan bagi masyarakat. 

Bantuan pembangunan gedung, ruang kelas, perpustakaan, sarana belajar, tempat wudu, sanitasi, perlengkapan pendidikan, maupun fasilitas penunjang lainnya akan menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan umat. Kami meyakini bahwa sinergi antara masyarakat, ulama, pemerintah, dan para dermawan akan melahirkan kekuatan besar dalam membangun peradaban. 

Dukungan pemerintah terhadap lembaga pendidikan dan rumah ibadah bukan hanya berarti membangun bangunan fisik, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga nilai-nilai keagamaan dan persatuan di tengah masyarakat.

Harapan kami bukan semata-mata untuk kepentingan sebuah lembaga, melainkan demi hadirnya pusat pendidikan Islam yang mampu melahirkan generasi yang cerdas, beriman, bertakwa, berakhlakul karimah, mencintai tanah air, dan siap berkontribusi bagi Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kami percaya bahwa setiap bentuk dukungan, sekecil apa pun, akan menjadi amal kebajikan yang manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat. Semoga Allah SWT membalas setiap niat baik, setiap bantuan, dan setiap kerja sama yang terjalin dengan pahala yang berlipat ganda. Akhirnya, kami mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan para dermawan untuk bersama-sama bergandengan tangan mewujudkan cita-cita besar ini. 

Semoga Majlis Sholawat Darussurur Alfatih, Madrasah Diniyah, PAUD, TK, dan Masjid Baitussurur dapat terus berkembang menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat yang memberikan manfaat bagi generasi hari ini dan generasi yang akan datang.

Salah satu bentuk pengabdian yang menjadi jejak perjuangan Kang Iman adalah keputusannya untuk mewakafkan tanah yang dibeli dari warga demi kepentingan umat. Keputusan tersebut lahir dari keyakinan bahwa harta hanyalah titpan Allah SWT, sedangkan manfaat yang diberikan kepada masyarakat akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. 

Dengan niat yang tulus, Kang Iman membeli sebidang tanah dari warga Kampung Cimalaka menggunakan harta pribadinya. Tanah tersebut kemudian tidak dijadikan sebagai aset pribadi atau untuk kepentingan keluarga, melainkan diwakafkan sebagai lokasi pembangunan Masjid Baitussurur yang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat. 

Wakaf ini bukan sekadar penyerahan sebidang tanah, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat akan tempat ibadah, pusat pendidikan Islam, dan ruang untuk mempererat persaudaraan. Dari tanah wakaf inilah diharapkan berdiri sebuah masjid yang akan menjadi tempat salat berjamaah, majelis ilmu, pembelajaran Al-Qur'an, kegiatan sosial, serta pembinaan generasi muda.

Keputusan untuk mewakafkan tanah tersebut juga menjadi bukti bahwa keberhasilan dalam kehidupan tidak hanya diukur dari banyaknya harta yang dimiliki, tetapi juga dari sejauh mana harta itu memberikan manfaat bagi orang

Bagi Kang Iman, harta yang digunakan di jalan Allah merupakan investasi akhirat yang nilainya jauh melampaui keuntungan duniawi. Masjid Baitussurur diharapkan menjadi milik bersama masyarakat. Siapa pun dapat datang untuk beribadah, belajar, bermusyawarah, dan mempererat ukhuwah Islamiyah. 

Dengan demikian, tanah wakaf tersebut akan terus memberikan manfaat selama masjid dimakmurkan oleh masyarakat. Wakaf ini juga menjadi ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa membangun peradaban tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Keikhlasan, kepedulian, dan kemauan untuk berbagi sesuai kemampuan merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

Semoga tanah wakaf yang telah dipersembahkan untuk pembangunan Masjid Baitussurur menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Semoga setiap lantunan ayat suci Al-Qur'an, setiap sujud dalam salat, setiap majelis ilmu, setiap doa yang dipanjatkan, dan setiap generasi yang belajar di lingkungan masjid menjadi saksi atas keikhlasan perjuangan ini.

"Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)

Semoga Masjid Baitussurur menjadi warisan kebaikan yang terus hidup, membawa keberkahan bagi masyarakat Kampung Cimalaka, Desa Wanaraja, Kabupaten Garut, dan menjadi bukti bahwa sebuah pengorbanan yang dilakukan dengan ikhlas akan memberikan manfaat yang jauh melampaui usia pelakunya.

Peresmian Koordinator Wilayah KBIHU Tazkiyatun Nafsi dan Gebyar Dzikir Akbar Puncak rangkaian kegiatan ditandai dengan Peresmian Koordinator Wilayah KBIHU Tazkiyatun Nafsi area wanaraja yang dirangkaikan dengan Gebyar Dzikir Akbar, sebuah momentum spiritual yang menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan sekaligus penguat semangat dakwah dan ukhuwah Islamiyah di Kampung Cimalaka, Desa Wanaraja, Kabupaten Garut.

Acara puncak dipimpin langsung oleh Syeh Dr. KH. Ikyan Sibaweh Badruzzaman, yang memandu rangkaian dzikir, doa bersama, serta menyampaikan tausiyah kepada seluruh jamaah. Dengan penuh khidmat, beliau mengajak umat Islam untuk memperbanyak dzikir kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, menjaga persatuan umat, memakmurkan masjid, serta membangun generasi yang berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah. 

Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa pembangunan umat tidak cukup hanya dengan membangun bangunan fisik, tetapi juga harus diiringi dengan pembangunan hati, akhlak, dan ilmu pengetahuan. Masjid harus menjadi pusat ibadah, dakwah, pendidikan, pembinaan karakter, serta tempat lahirnya generasi yang memiliki kecintaan kepada Allah SWT, Rasulullah dan tanah air.

Pada kesempatan yang sama dilaksanakan Peresmian Koordinator Wilayah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Tazkiyatun Nafsi sebagai langkah strategis dalam memperluas pelayanan pembinaan ibadah haji dan umrah kepada masyarakat. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat pelayanan keagamaan, khususnya dalam membimbing calon jamaah agar memiliki pemahaman yang benar mengenai manasik haji dan umrah, 

Kesiapan spiritual, serta mampu menjaga kemabruran ibadah setelah kembali ke tanah air. Setelah prosesi peresmian, Syeh Dr. KH. Ikyan Sibaweh Badruzzaman memimpin Gebyar Dzikir Akbar yang diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh seluruh jamaah. Lantunan istighfar, tahlil, tahmid, takbir, dan shalawat menggema, menciptakan suasana yang sarat dengan ketenangan, harapan, dan doa. Seluruh jamaah memohon kepada Allah SWT agar pembangunan Masjid Baitussurur, pengembangan Majlis Sholawat Darussurur Alfatih,

Madrasah Diniyah, PAUD, TK, serta KBIHU Tazkiyatun Nafsi senantiasa diberikan kemudahan, keberkahan, dan manfaat yang luas bagi umat. Momentum ini menjadi penegasan bahwa setiap perjuangan dalam membangun umat harus dilandasi dengan doa, dzikir, dan keikhlasan. Peresmian Koordinator Wilayah KBIHU Tazkiyatun Nafsi serta Gebyar Dzikir Akbar yang dipimpin oleh Syeh Dr. KH. Ikyan Sibaweh Badruzzaman menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pengembangan dakwah, pendidikan Islam, dan pelayanan ibadah di Kampung Cimalaka.

Semoga seluruh ikhtiar tersebut menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi masyarakat dan menjadi wasilah lahirnya generasi muslim yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.dan seluruh rangkaian acara Peletakan Pembangunan Masjid Baitussurur.

Maulid dan Dzikir Bersama serta Memperingati kemerdekaan Indonesia yang Ke 81 ,di kp cimalaka telah di lalui begitu hidmat dan diakhiri dengan Pelaksanaan sholat berjamaah maghrib yang di pimpin oleh Syeh DR KH Ikyan Sibaweh Badruzamman..

Rangkaian acara peletakan batu pertama berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan tertib. Seluruh prosesi dipandu dengan baik oleh Ust. Nurdin yang bertindak sebagai pembawa acara (MC). Dengan tutur kata yang santun dan penuh khidmat, beliau memandu setiap rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan para tokoh, doa bersama, hingga prosesi peletakan batu pertama.

Selain dihadiri oleh Abuya KH. Sulaiman Dzajuli Yahya, Syeh Ahmad Nawawi Qurthubi Gentur, dan Syeh Dr. KH. Ikyan Sibaweh Badruzzaman, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah ulama dan tokoh yang selama ini aktif dalam dakwah, pendidikan Islam, serta pembinaan masyarakat.

Di antara para tokoh yang hadir adalah KH. Badru Munir Gozali, M.Ag., selaku Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kabupaten Garut, yang memberikan dukungan terhadap pengembangan lembaga pendidikan keagamaan dan pembangunan Masjid Baitussurur.Turut hadir pula Ketua FKDT Kabupaten Garut KH Aceng furqon S .Ag yang menyampaikan harapan agar keberadaan Masjid Baitussurur dan Madrasah Diniyah Darussurur Alfatih menjadi contoh pengembangan pendidikan diniyah yang berbasis masyarakat.

Dari unsur pemerintahan hadir Camat Wanaraja beserta jajaran pemerintah kecamatan, Danramil Wanaraja beserta anggota, pemerintah desa, serta berbagai unsur Forkopimcam yang menunjukkan dukungan terhadap pembangunan sarana ibadah dan pendidikan keagamaan di wilayah Kecamatan Wanaraja.

Acara ini juga dihadiri oleh para ulama, guru, dan tokoh masyarakat, di antaranya KH. Saiful Malik, S.Pd., Ust. Usman bin H. Sulaiman, KH. Dadan Awaludin, S.Pd., Ceng Hisyam Muhammad Jahid S.Pd, serta KH. Saefulloh Almatsany. KH Tatang Tadjudin..Kehadiran mereka menjadi bukti nyata kebersamaan para ulama dan tokoh masyarakat dalam mendukung pembangunan rumah Allah serta memperkuat syiar Islam di Kampung Cimalaka.

Tidak hanya itu, para ketua RT pa rt, para sesepuh kampung, tokoh pemuda, jamaah Majlis Sholawat Darussurur Alfatih, para santri, wali santri, serta masyarakat dari berbagai daerah turut memadai lokasi acara. Mereka datang dengan semangat gotong royong, membawa doa, harapan, dan keyakinan bahwa Masjid Baitussurur akan menjadi pusat ibadah, dakwah, pendidikan Al-Qur'an, dan pembinaan umat.

Suasana penuh persaudaraan tampak begitu terasa. Para ulama duduk berdampingan dengan unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, para guru, dan warga. Perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang, karena seluruh yang hadir dipersatukan oleh satu tujuan mulia, yaitu membangun rumah Allah demi kemaslahatan umat.

Momentum ini menjadi bukti bahwa pembangunan Masjid Baitussurur bukanlah perjuangan seorang atau sekelompok orang semata, melainkan hasil dari kebersamaan berbagai elemen masyarakat. Dukungan para ulama memberikan kekuatan spiritual, kehadiran pemerintah menunjukkan sinergi kelembagaan, sedangkan partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama yang akan mengantarkan pembangunan masjid ini hingga selesai.

Semoga kebersamaan yang terjalin pada hari bersejarah tersebut terus terpelihara dalam setiap tahapan pembangunan. Semoga Masjid Baitussurur menjadi simbol persatuan umat, pusat lahirnya generasi Qurani, dan warisan amal jariyah yang manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat Kampung Cimalaka, Desa Wanaraja, Kabupaten Garut, hingga generasi-generasi yang akan datang.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Gebyar Maulid Nabi Muhammad.SAW dan Dzikir Bersama, yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan, kebersamaan, dan semangat ukhuwah Islamiyah. Puncak acara dipimpin langsung oleh Syeh Dr. KH. Ikyan Sibaweh Badruzzaman, yang memimpin rangkaian dzikir, pembacaan shalawat, doa bersama, serta menyampaikan tausiyah kepada seluruh jamaah yang hadir. Dalam ceramahnya, beliau mengajak umat Islam untuk senantiasa memperbanyak dzikir kepada Allah SWT, 

Memperbanyak shalawat kepada Rasululla. memakmurkan masjid, serta memperkuat persatuan dan kepedulian terhadap pendidikan generasi muda. Suasana acara semakin syahdu dengan iringan grup terbangan (hadrah) Tsamroatul Fuadi yang membawakan lantunan shalawat, puji-pujian, dan qasidah kepada Rasulullah.

Tabuhan rebana yang berpadu dengan lantunan shalawat menghadirkan suasana religius yang menggetarkan hati. Jamaah mengikuti dengan penuh kekhusyukan, melantunkan shalawat bersama sebagai wujud cinta kepada Rasulullah dan harapanmemperoleh syafaat beliau di hari kiamat.

Lantunan dzikir, istighfar, tahlil, tahmid, takbir, dan shalawat menggema memenuhi lokasi acara. Ribuan jamaah larut dalam doa, memohon ampunan kepada Allah SWT, keberkahan hidup, keselamatan bangsa, kemudahan rezeki, kesehatan, serta kelancaran pembangunan Masjid Baitussurur, pengembangan Majlis Sholawat Darussurur Alfatih, Madrasah Diniyah, PAUD, TK, dan seluruh kegiatan dakwah yang sedang dirintis. 

Pada kesempatan yang sama dilaksanakan pula Peresmian Koordinator Wilayah KBIHU Tazkiyatun Nafsi, sebagai langkah awal memperluas pelayanan pembinaan ibadah haji dan umrah kepada masyarakat. Peresmian tersebut menjadi simbol komitmen untuk menghadirkan pembimbingan yang amanah, profesional, dan berlandaskan syariat Islam, sehingga calon jamaah haji dan umrah memperoleh pembinaan yang menyeluruh, baik secara ilmu maupun spiritual.

Tidak hanya diwujudkan melalui peringatan seremonial, tetapi juga melalui pengamalan ajaran beliau, memperbanyak shalawat, menghidupkan majelis ilmu, memakmurkan masjid, dan mempererat persaudaraan sesama umat Islam.

Acara ditutup dengan doa dan sholat maghrib berjamaah bersama ...di lokasi yang akan di bangun masjid yang mana dipimpin oleh Syeh Dr. KH. Ikyan Sibaweh Badruzzaman, memohon kepada Allah SWT agar seluruh amal kebajikan yang telah dilakukan diterima sebagai amal saleh, pembangunan Masjid Baitussurur diberikan kemudahan hingga selesai, serta seluruh lembaga pendidikan dan dakwah yang dirintis mampu melahirkan generasi Qurani yang beriman, berilmu, berakhlakul karimah, dan membawa manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara. 

Semoga keberkahan Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW lantunan dzikir, shalawat, dan iringan hadrah Tsamroatul Fuadi menjadi wasilah turunnya rahmat Allah SWT, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menguatkan semangat masyarakat dalam memakmurkan Masjid Baitussurur sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan syiar Islam di Kampung Cimalaka.(S).