Rutilahu Jatibening Baru,Camat dan Lurah,Langsung Monitoring

BEKASI,MEDIA NEWS INDONESIA-Proses pembangunan dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di wilayah Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, terus berjalan. Pemerintah kecamatan dan kelurahan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana.

Camat Pondokgede, Zainal Abidin Syah, S.T., M.M., mengatakan pemantauan dilakukan terhadap rumah warga yang mendapatkan program perbaikan, termasuk salah satu rumah di kawasan Jatibening Baru yang sebelumnya mengalami kebocoran.

“Alhamdulillah, kami terus melakukan pemantauan progres pembangunan Rutilahu di kawasan Jatibening Baru. Rumah warga yang sebelumnya mengalami kebocoran kini sedang dalam proses perbaikan melalui kolaborasi antara BKM, kelurahan, dan warga sekitar,” ujar Zainal.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses perbaikan rumah warga. Gotong royong tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat.

Sementara itu, Lurah Jatibening Baru, Badru Taman, S.E., menyampaikan bahwa pihak kelurahan telah melakukan monev langsung ke sejumlah lokasi penerima program Rutilahu.

“Proses pembangunan dan perbaikan Rutilahu di wilayah Jatibening Baru saat ini masih terus berjalan. Kami telah melakukan monitoring dan evaluasi secara langsung ke sejumlah lokasi, di antaranya RW 3, RW 4, RW 9, dan RW 11,” kata Badru.

Dari total 9 unit rumah yang mendapatkan program Rutilahu, pihak kelurahan telah melakukan pemantauan langsung terhadap 4 unit rumah. Badru berharap seluruh proses perbaikan dapat diselesaikan pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.

Untuk pelaksanaan program tersebut, total anggaran yang dialokasikan bagi sembilan unit rumah disebut mencapai Rp180 juta.

Badru juga mengapresiasi dukungan masyarakat, termasuk para pengurus RT dan RW, yang turut membantu proses pengerjaan di lapangan. Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk tenaga, konsumsi bagi pekerja, maupun dukungan lainnya.

“Dukungan masyarakat diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari bantuan tenaga, makanan dan minuman bagi para pekerja, hingga dukungan moral agar proses perbaikan dapat berjalan lebih cepat,” ujarnya.

Menurut Badru, program Rutilahu merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Bekasi dalam membantu masyarakat memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak.

“Harapannya, secara bertahap tidak ada lagi rumah warga yang rusak atau tidak layak huni, seperti kondisi atap yang bocor, sehingga seluruh warga dapat memiliki tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak huni,” pungkasnya.

Selain pemantauan Rutilahu, Kecamatan Pondokgede juga tengah mempersiapkan fasilitas ramah anak melalui peninjauan Taman Baca. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari persiapan Kecamatan Pondokgede dalam mewakili Kota Bekasi pada Lomba Layak Anak tingkat kota.

Zainal mengatakan, fasilitas yang tersedia diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memberikan ruang yang positif dan edukatif bagi anak-anak.

“Kami berharap berbagai fasilitas yang ada dapat terus dikembangkan dan memberikan ruang yang positif, edukatif, serta ramah bagi anak-anak,” katanya.

Kecamatan Pondokgede juga merencanakan pemanfaatan lahan fasos/fasum seluas kurang lebih 2.500 meter persegi di wilayah Jatibening Baru secara bertahap untuk dikembangkan menjadi taman interaktif.

Rencananya, kawasan tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas untuk masyarakat, antara lain tempat senam, area UMKM, dan area bermain anak.

“Kami ingin menghadirkan lingkungan yang semakin nyaman, aktif, dan layak bagi seluruh warga, khususnya anak-anak,” Pungkasnya.(S).

Postingan populer dari blog ini

Hayooo Bergabung Di'RICH'Jatiwaringin,Sekolah Perhotelan dan Kapal Pesiar

Tasyakuran Taman Merdeka PKP.2 RW.04 Jatibening Baru,Warganya Bilang Begini...

Walikota Bekasi Resmikan Lingkungan 1000 Biopori, Dan Lapangan Pickleball Di Perumahan Persada